Connect with us
SBOHOKI

Panen Tiap Hari! Berikut Penampakan Teknologi ‘Smart Farm’ Milik Cina yang Super Canggih

teknologi agrikultur cina

Viral

Panen Tiap Hari! Berikut Penampakan Teknologi ‘Smart Farm’ Milik Cina yang Super Canggih

Panen Tiap Hari! Berikut Penampakan Teknologi ‘Smart Farm’ Milik Cina yang Super Canggih

ViralnesiaRevolusi Industri ke-4 memang menempatkan teknologi sebagai kekuatan besar yang ditawarkan dunia global kepada penduduk bumi hari ini. Salah satu yang paling mengejutkan adalah berpadunya semua bidang disiplin yang mau tidak mau harus berbasiskan teknologi.

Ya, baru-baru ini berita mengejutkan tersebut datang dari negeri bambu yang telah berhasil melakukan revolusi di bidang pertanian, Sebuah asal China mengklaim bahawa mereka telah berhasil menciptakan terobosan smart farm yang memungkinkan mereka menanam sayuran tanpa tanah dan sinar matahari alami.

Teknologi tersebut pun telah diuji coba oleh beberapa negara di berbagai belahan dunia untuk dilakukan tahap validasi sebelum mampu pada tahap produksi massal. Teknologi yang memiliki kemampuan dalam mengontrol pertanian dalam ruangan itu kini tengah diperbaiki oleh sebuah perusahaan agrikultur di Anxi, Provinsi Fujian, bernama Sanan Sino-Science. Mereka pun berharap bahwa proyek ini dapat menjadi salah satu alternatif di bidang pertanian negeri berjuluk Tirai Bambu itu.

Teknologi Agrikultur

Teknologi ini memiliki kemampuan dalam mengontrol pertanian (Dok. Istimewa)

Sanan Sino-Science telah mengumumkan bahwa proyek tersebut pada hari Jumat lalu, sekaligus menampilkan model pertanian berteknologi tinggi yang telah dikembangkan selama kurang lebih dua tahun.

Lahan pertaniannya pun berada di dalam ruangan seluas 5.000 kaki persegi, dan mampu memproduksi delapan hingga sepuluh metrik ton sayuran setiap hari. Padahal, mereka pun kabarnya hanya mempekerjakan empat orang staf untuk mengelolanya.

Coba bandingkan saja dengan lahan pertanian konvensional yang membutuhkan setidaknya 300 petani untuk menghasilkan jumlah yang sama, yang dapat digunakan untuk memberi makan hampir 36.000 orang.

Proyek ini pun juga telah dilengkapi oleh sejumlah fasilitas canggih yang dapat membuat mereka membudidayakan sayuran dan tanaman herbal melalui metode hidroponik.

Shanan Shino Science

cahaya LED sebagai pengganti sinar matahari (Dok. Istimewa)

Namun, jangan senang dulu, metode pertanian seperti ini ternyata juga membutuhkan sistem operasional yang sangat ketat. Mulai dari pengaturan suhu, sumber air, kelembapan, nutrisi, dan lampu LED yang digunakan sebagai pengganti sinar matahari.

Namun jika dilakukan dengan tepat, sistem ini justru dapat menghemat penggunaan air, serta menjamin setiap tanaman mendapatkan asupan air yang pas.

“Dibandingkan dengan pertanian pintar generasi pertama kami, tanaman baru ini menghasilkan hasil yang lebih efektif sekaligus mengurangi biaya produksi serta tenaga kerja yang dibutuhkan,” ujar Zhan Zhuo, CEO Sanan Sino-Science.

Zhan juga menjelaskan bahwa teknik baru  mereka mampu memaksimalkan potensi pertumbuhan tanaman, sambil mempertahankan siklus pertumbuhan yang berkelanjutan.

Salah satu contohnya, sayuran yang ditanam dengan metode konvensional pun membutuhkan sekitar 40-60 hari untuk mencapai tingkat kematangan tertentu, dan masih bergantung pada kondisi cuaca.

teknologi pertanian cina

Namun  ‘pabrik sayuran’ milik Sanan Sino-Science ini ternyata mampu memanen beberapa varietas sayuran hanya dalam waktu 18 hari (Dok. Istimewa)

Namun  ‘pabrik sayuran’ milik Sanan Sino-Science ini ternyata mampu memanen beberapa varietas sayuran hanya dalam waktu 18 hari untuk sayuran berukuran kecil, dan 33-35 hari saja untuk sayuran yang lebih besar. Tentu merupakan hal yang fantastis, bukan?

“Metode pertanian ini sangat bermanfaat untuk digunakan pada lingkungan yang menantang seperti padang pasir, pegunungan, atau di kota-kota besar yang membutuhkan tenaga kerja dengan biaya tinggi,” tukas Zhan.

Zhan mengklaim bahwa pabrik sayuran milik mereka dapat memproduksi 3.000 hingga 3.500 metrik ton sayuran setiap tahunnya dengan kapasitas penuh.

Sayuran-sayuran tersebut pun kemudian akan didistribusikan ke sejumlah supermarket dan restoran kelas atas di Provinsi Fujian dan Shanghai. Untuk harganya pun tentu saja memang lebih mahal dari sayuran biasa yang dijual senilai Rp6 ribu per kilogram.

Sayuran-sayuran hasil dari kebun canggih ini pun  dibanderol seharga Rp64 ribu – Rp77 ribu per kilogram.

Facebook Comments
Continue Reading
Advertisement SBOHOKI
You may also like...
Masdhar Ali

Seorang blogger holic dan movie addict

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Viral

Facebook

HITZ!

Advertisement
SBOHOKI
SBOHOKI
To Top